yes, that’s me. and you don’t even notice.

gue butuh banyak bicara setiap harinya. gue butuh banyak tertawa setiap harinya. it really makes my day.

kadang terlalu cerewet kalo hasrat pengen bertukarpikiran ato sekedar ngobrol lagi gag terbendung. *ooh, i can stay up till morning if you want me to.

i admit it.

dan kadang, dia bilang gue terlalu cerewet, sambil ketawa kecil dan tetep denger semua yang gue ceritain.

mostly cerita gue gag penting. seputar kehidupan gue aja. kadang gue ngerasa terlalu egois yah?

 

tapi gue gag selalu seceria itu. gue gag selalu secerewet itu. kadang lagi pengen aja diam, dan jadi orang yang duduk diam di pojok kafe sambil baca buku “pintar” yang kalo gue baca itu orang orang pasti bakal ngira gue bercanda.

oh bukan, gue bukan lagi ada masalah. dan juga bukan lagi mellow. cuma butuh waktu untuk berfikir. atau sekedar ingin diam dan bermanja. atau diam dan dengar lagu firasat-nya marcell.

that’s it.

gue tidak selalu seceria itu. tapi kenapa orang orang lama lama menuntut gue untuk selalu seceria itu yah?

gue yang diam itu, tetap gue kok. masih orang yang sama, cuma ini sisi yang gue jarang orang mau liat. gue butuh waktu untuk seperti itu dan dia ngerti, bukannya malah bertanya tanya dengan maksud baik, kalo kalo gue kenapa kenapa.

hey, i’m okay. and it’s still me. it’s a part of me you didnt noticed after all these time ((:

bisa terima gue yang kayak gitu?

all i need is just your shoulder to lean on..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s